Unik, Anak Kecil Saksikan Pemasangan Plang Penyitaan Aset Eks Bupati Nganjuk

  • Whatsapp
Pemasangan plang penyitaan lahan diduga milik eks Bupati Nganjuk Taufikurrahman

NGANJUK, Zonahitam.com – Aset berupa tanah seluas 2,2 hektare milik eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang berada di Desa Buluputren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pada Senin 14/9/2020 kemarin, disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari pantauan terlihat tim rasua memasang sebuah plakat bertuliskan tanah ini telah disita dan dipojok atas ada logo bertuliskan KPK, lebih unik lagi ada seorang anak dibawah umur yang ikut melihat pemasangan plang di persawahan Desa Buluputren, Kecamatan Sukomoro.

Bacaan Lainnya

“Saya taunya dari medsos begitu saya lihat, memang benar ada plang KPK yang terpasang,” terang Sutarji (41) warga Nganjuk. Selasa (15/9/2020).

Mengenai siapa saja yang ikut memasang plang tersebut, Sutarji tidak mengetahui hanya saja terlihat unik karena ada salah satu anak ikut menyaksikan pemasangan plang penyitaan.

“Tidak tau, ya penasaran makanya saya lihat ini,” paparnya.

Sementara dilain tempat, Ali Fikri Plt Juru bicara KPK menerangkan bahwa penyitaan aset bidang tanah milik eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman sudah sesuai prosedur berdasarkan izin Dewan Pengawas KPK.

“Luas sekitar 2,2 hektare, terdiri dari 9 bidang tanah. Untuk estimasi ditaksir sekitar Rp 15 miliar,” terangnya pada wartawan.

Terkait itu, dijelaskan Ali, penyidik KPK terus berupaya melakukan verifikasi terkait dugaan kepemilikan aset daripada Eks Bupati Nganjuk.

“Satu hamparan dengan empat bidang tanah dengan luas sekitar satu Ha dan harga pembelian aset tahun 2014 sekitar Rp2,3 miliar, estimasi taksiran saat ini sekitar Rp 5 miliar, akan segera disita,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan TPPU yang dilakukan oleh eks Bupati Nganjuk disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Selama ini sudah 17 orang saksi diperiksa oleh penyidik KPK, dengan adanya dugaan kepemilikan aset daripada eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dan ada salah satu ASN inisial SW diduga dijadikan kambing hitam (korban), yang mana SW kini masih menjalani masa hukuman di salah satu lapas Jawa Timur. (Sd/Ad/Hr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *