33 Jam Terjebak Reruntuhan, Pria 70 Tahun ini Berhasil Selamat

  • Whatsapp
Operasi penyelamatan berlangsung setelah gempa melanda Laut Aegea di provinsi pesisir Izmir, Turki, Sabtu (31/10/2020). (Reuters)

IZMIR, Zonahitam.com, – Seorang pria berusia 70 tahun ditarik dari puing-puing bangunan di Turki barat pada Minggu (1/11/2020) setelah terkubur di bawah reruntuhan selama 33 jam usai gempa kuat mengguncang pantai Aegea di Turki dan pulau-pulau Yunani pada Jumat (30/10/2020).

Pria yang diidentifikasi sebagai Ahmet Citim itu berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan pemukiman “Riza Bey”, salah satu dari 20 bangunan tempat tinggal yang runtuh saat gempa.

Bacaan Lainnya

Sementara Inci Okan (16),  terperangkap di bawah reruntuhan gedung sama berlantai delapan dengan pria lansia itu selama 17 jam. Inci Okan bersama dengan anjingnya Fistik (Pistachio) berhasil diselamatkan.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dan anggota Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Edanur Dogan mengunjungi Okan di rumah sakit.

Petugas darurat Dogan memegangi tangan remaja putri itu sementara tim penyelamat mengangkat puing-puing di atasnya.

“Saya sangat senang. Syukurlah ayah saya tidak ada di rumah. Ayah saya tidak akan muat di sana. Saya kecil. Saya pendek jadi saya bisa muat dan begitulah cara saya diselamatkan. Kami tinggal di rumah bersama anjingku. Kita berdua baik-baik saja, ” kata Okan yang terbaring di ranjang rumah sakit.

Okan berjanji akan memainkan biola untuk Dogan setelah keluar dari rumah sakit.

“Aku akan memainkan biola untukmu, aku janji.” kata Okan.

Diketahui jumlah korban tewas akibat gempa meningkat menjadi 51 orang. Pihak berwenang Turki telah mengumumkan bahwa 49 orang meninggal di kota pesisir Izmir, sementara dua remaja tewas di pulau Samos, Yunani. Presiden Tayyip Erdogan  juga mengatakan 885 orang terluka dan  15 di antaranya kritis.

Para pejabat mengatakan 20 bangunan hancur di distrik Bayrakli Izmir, yang sedang berada dalam proses transformasi perkotaan, karena kurangnya ketahanan gempa.

Turki dilintasi garis patahan dan rawan gempa bumi. Pada 1999, dua gempa kuat menewaskan 18.000 orang di Turki barat laut. (Antara/Berliana/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *