Bak’ Ubud Bali, Desa Wisata Kebongagung Nganjuk Memang Eksotis

  • Whatsapp
Penggemar motor trail ketika mencoba trek trek sepeda downhill Kebonagung (Dok Panji)

NGANJUK, – Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menyimpan banyak potensi wisata alam. Terutama di kawasan selatan, yang merupakan area perbukitan lereng Gunung Wilis.

Salah satunya adalah Desa Wisata Kebonagung, Kecamatan Sawahan. Di sini, warga dan kepala desanya bahkan menjadikan setiap sudut kampung layak disinggahi. Mulai dari kerajinan rumah tangga tematik di setiap gang, sampai membuat trek sepeda downhill menembus hutan.

Namun yang paling menyita perhatian, adalah suguhan hamparan luas sawah terasiring di sepanjang tepian jalan utama desa. Dataran tinggi membuat bentuk persawahan di desa ini istimewa. Berbeda dengan kebanyakan sawah desa lain di Kabupaten Nganjuk yang datar. “Bentuknya bertingkat-tingkat, atau bisa disebut sawah terasiring,” kata Mali, pegiat wisata di Kecamatan Sawahan.

Pemandangan eksotis bisa dinikmati langsung dari tepi jalan, yang merupakan jalur utama Nganjuk menuju Air Terjun Sedudo. Tempatnya asyik untuk berfoto-foto, baik di siang hari saat cuaca cerah, atau pagi buta untuk menikmati matahari terbit di balik bukit, di sisi timur persawahan.

Tepat di tengah-tengah hamparan sawah terasiring tersebut, dipasang deretan huruf besar yang membentuk kata ’Kebonagung’.

“Andai tidak ada tulisan itu, di foto pasti banyak yang mengira ini di Ubud Bali, atau di Klungkung,” ujar Mali. Kawasan wisata di Pulau Dewata itu memang dikenal punya pemandangan sawah terasiring yang menawan.    

Masih satu rangkaian dengan spot sawah terasiring, di sisi timur terdapat wahana Goa Ndalem. Saat ini sudah dibangun sebuah rangkaian huruf raksasa membentuk tulisan Goa Ndalem berwarna putih terang, di dinding barat bukit Ndalem. Dengan begitu, lokasinya bisa terlihat jelas dari jalan raya Nganjuk-Sedudo. Bentuknya sekilas mirip Hollywood Sign di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

“Lokasinya dekat dengan sawah, jadi bisa sekalian dikunjungi,” tambah Mali.

Menurut riwayat setempat, Bukit Goa Ndalem dahulu merupakan padepokan tokoh ulama Raden Ayu Kaji Siti Kalimah. Disebut-sebut sebagai keturunan Raden Patah dari kerajaan Islam Demak. Anda tertarik? Yuk jalan-jalan ke Kebonagung!

Penulis : Berliana
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *