Banjir Banyumas Surut, Tagana Tetap Buka Dapur Umum

  • Whatsapp
Anggota Tagana Banyumas sedang memasak makanan untuk korban banjir (Antara)

BANYUMAS, zonahitam.com,- Walau banjir yang melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah diantaranya Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang mana pada Sabtu 31/11/2020, sudah berangsur surut. Namun masyarakat harus tetap siaga.

Hal tersebut terlihat dari informasi peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG pada hari Sabtu (31/10), pukul 15.20 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Koodinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra mengatakan bahwa banjir yang melanda sebagian wilayah Banyumas, sudah berangsur surut.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah hingga siang ini, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kemranjen, Banyumas, mulai surut meskipun masih ada permukiman yang terendam,” katanya.

Kendati demikian, diterangkan Ady bahwa, Tagana Banyumas tetap membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan konsumsi bagi masyarakat yang terdampak banjir.

“Tagana tetap membuka dapur umum untuk melayani warga yang terdampak banjr, yakni Desa Sirau, Grujugan, dan Sidamulya, Kecamatan Kemranjen” terangnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Tagana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, juga membuka dapur umum di Masjid Baitunnikmah, Desa Sirau.

“Khusus Desa Sirau, jumlah warga yang terdampak banjir awalnya sekitar 1.300 jiwa, namun sekarang sekitar 900 jiwa. Namun dari pantauan, seluruh RW di Sirau masih tergenang banjir,” kata Ady.

Sedangkan warga yang mengungsi, ditegaskan Ady diantaranya warga Kecamatan Kemranjen, karena sejak Kamis (29/10) malam akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.

“Lokasi pengungsian tersebar di tiga titik, yakni Masjid Baitunnikmah, Grumbul Pacarmalang, Desa Sirau, Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulim, Desa Sirau, dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sidamulya untuk warga Grumbul Gejebur, Desa Sidamulya,” tegasnya.

Diketahui, selain bencana banjir, hujan lebat yang melanda Kabupaten Banyumas dalam beberapa hari terakhir juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kebasen, Kedungbanteng, dan Gumelar.
Bahkan, hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda Kabupaten Banyumas pada Sabtu (31/10) sore setelah kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari terlihat cerah.

Sedangkan, BMKG juga menyebutkan kondisi cuaca tersebut juga dapat meluas ke sejumlah wilayah Banyumas, Jawa Tengah, di sekitar daerah yang berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. (Berliana/Hari).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *