Begini Kehidupan Nenek Buta Penjualan Sayuran Yang Viral di Medsos

  • Whatsapp

NGANJUK, – Kisah hebat seorang nenek berasal dari Kota Bayu, Nganjuk, walau usia tidak lagi muda dan kedua mata tidak dapat melihat beliau masih berjualan di pinggir jalan.

Beliau adalah Mbah Yatemi (75) seorang pedagang sayuran dan buah-buahan asal Desa Tanjunganom, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk yang viral di media sosial.

Bacaan Lainnya

Dari penelusuran tim zonahitam.com Mbah Yatemi tidak mempunyai anak dan tinggal bersama adik dari almarhum sang suami. Kondisi tidak bisa melihat dialaminya pada tahun 2016, awalnya mata berkunang-kunang terus melai rabun dan akhirnya tidak bisa melihat.

Walau dengan kondisi yang tidak bisa melihat lingkungan sekitar, Mbah Yatemi menjalani kehidupan sehari-hari dengan berjualan sayur-sayuran seperti terong, kacang, cabai, bawang merah, tomat, pisang dan daun salam, di seberang jalan depan Puskesmas Tanjunganom yang berada di Jalan A. Yani, Nomer 25, Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

“Tadinya kabur-kabur (rabun) gitu, terus kok langsung langsung tidak bisa melihat sama sekali,” terang Mbah Yatemi. Rabu (07/10/2020).

Diceritakan Mbah Yatemi punya empat saudara, dirinya merupakan anak paling bungsu. Ketiga saudaranya sudah meninggal semua, sehingga tinggalah seorang Mbah Yatemi sendiri.

Beruntung, sudah memasuki usia lanjut dan hidup sendiri juga tidak mempunyai seorang anak, Mbah Yatemi masih mendapat perhatian dari saudara mendiang suaminya dan setiap harinya dirawat oleh saudara iparnya tersebut.

Walau demikian, Mbah Yatemi tetap gigih membantu adik iparnya, sembari berjualan guna menyambung hidupnya.

“Setiap hari jualan diantarkan menantu ipar saya mulai dari pagi jam 06.00 sampai sore,” jelas Mbah Yatemi.

Sebelum penglihatannya terganggu, Mbah Yatemi juga menceritakan kalau dulunya sudah menjadi pedagang keliling dengan menjajakan sayur-sayuran dan makanan. Karena kondisi mata tidak memungkinkan untuk berkeliling lagi, akhirnya ia memutuskan untuk berjualan sayur seadanya  di depan Puskesmas Tanjunganom.

“Ya jualan seadanya,” ceritanya.

Dengan keadaan yang sudah tidak lagi seperti dulu, beruntung masih banyak orang yang mau berbaik hati dengannya, seperti memberinya makan dan membeli dagangannya dan adapula orang yang tega menipu membeli memakai uang palsu bahkan ada yang mencuri uang di dompetnya.

“Kadang juga ditipu orang, katanya uangnya ratusan ternyata Rp 20 ribuan dan uang saya yang didompet malah hilang,” ungkapnya Mbah Yatemi.

Penulis : Berliana/Rico
Editor : Panji LS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *