Belanda Akan Kembalikan Barang Jajahan Ke Indonesia, Termasuk Berlian 36 Karat dan Meriam Emas

  • Whatsapp
Barang antik di Rijkmuseum Amsterdam (Dok Rijkmuseum Amsterdam/antara).

International,Zonahitam.com – Pemerintah Belanda siap melakukan pelacakan dan pengembalian ribuan benda bersejarah yang telah dirampas dari daerah bekas jajahan kepada pemilik aslinya. Namun, untuk menemukan para pemilik sah benda bersejarah tersebut akan cukup sulit.

Rijksmuseum mengatakan sekitar 4.000 koleksi museum punya hubungan jelas dengan sejarah kolonial kerajaan, yang berlangsung selama kurang lebih 300 tahun sejak pertengahan abad ke-17. Selama berkuasa, kekuasaan kolonialisme Belanda terpusat di Asia Tenggara dan wilayah Karibia.

Dari ribuan benda hasil rampasan itu, dua di antaranya adalah berlian dari sebuah kesultanan di Indonesia dan sebuah meriam yang dulunya digunakan untuk menyambut kedatangan raja di Sri Lanka.

Kepala Sejarah Rijksmuseum, Valika Smeulders, menyambut baik rencana pemerintah. Sebuah komisi independen di Belanda bulan ini, menyebut bahwa keputusan pemerintah Belanda terus menyimpan benda bersejarah hasil rampasan era kolonial sebagai sesuatu yang “salah secara historis”.

“Museum menerima pengetahuan baru, suara baru, keahlian baru, dan cara-cara baru untuk menerima masa lalu dan bagaimana kita melihat objek-objek ini… Kami akan meruntuhkan tembok-tembok di museum,” kata Smeulders. Rabu (14/10/2020).

Belanda berencana membentuk pusat penelitian independen sebagai pusat data karya seni zaman kolonial, yang nantinya juga akan memuat asal benda serta bagaimana karya-karya seni tersebut didapatkan.

Pusat penelitian itu juga berencana membentuk panel yang akan mengurusi permintaan restitusi. Namun, menurut Smeulders, pekerjaan tersebut tidak akan mudah untuk dilakukan.

Ia mencontohkan salah satu benda koleksi museum, yaitu sebuah berlian 36 karat yang dirampas oleh tentara Belanda dari Kesultanan Banjarmasin pada tahun 1875. Banjarmasin sendiri merupakan daerah yang berada di Pulau Kalimantan, saat ini merupakan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Sejak masa kolonial sampai hari ini, banyak perubahan yang terjadi di pemerintahan Belanda dan Indonesia.

“Dalam kasus ini, apakah kamu akan mengembalikan benda itu ke negara atau pemerintah? atau ke keturunan Sultan (Banjarmasin) terdahulu,” kata Smeulders.

“Dan, siapakah yang berhak untuk diajak bicara mengenai masalah ini,” tambah Smeulders.

Smeulders, menyebut jika ada sebuah kesalahan yang nantinya dilakukan, mungkin saja akan berimbas pada perseteruan, karena benda-benda yang akan dikembalikan oleh Belanda rata-rata merupakan karya yang bernilai tinggi.

Sementara itu, meriam berwarna biru dan emas dari Kerajaan Kandy di Sri Lanka dirampas oleh tentara VOC pada 1765. Meriam itu saat ini dipajang di lemari khusus barang-barang langka milik Pangeran Oranye Belanda.

Meriam itu bersama puluhan hasil rampasan lainnya akan dikembalikan ke Sri Lanka tahun depan, tetapi sebelumnya banyak sejarawan dan ahli seni yang memperdebatkan keputusan itu dalam seminar-seminar.

Keputusan Belanda mengembalikan benda hasil penjarahan itu sama dengan langkah yang dilakukan oleh Jerman dan Prancis. Upaya pengembalian barang hasil rampasan telah dimulai sejak terbit perjanjian Prinsip-Prinsip Washington pada 1998 yang memungkinkan barang-barang hasil rampasan Nazi selama Perang Dunia II diserahkan kembali ke keturunan etnis Yahudi. (Antara/Richo)

Editor : Panji LS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *