Cerita Jejak Peperangan Mpu Sindok Lawan Kerajaan Sriwijaya

  • Whatsapp
Prasasti berupa batu (Linggo Pala)

Zonahitam.com,- Bagi warga Kabupaten Nganjuk pastinya sudah tidak asing jika mendengar sebuah tempat wisata bersejarah bernama Candi Lor. Candi Lor merupakan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang disampingnya tumbuh pohon kepuh yang akarnya merambat ke bagian selatan candi. Sehingga nampak sang pohon yang berumur sekitar 500 tahunan ini mencengkeram Candi Lor.

Sebelumnya di Candi Lor ini terdapat sebuah Prasasti berupa batu (Linggo Pala) yang saat ini diletakkan di Museum Anjung Ladang. Dari peninggalan sejarah ini kita bisa melihat bahwa Nganjuk menyimpan cerita sejarah yang hebat. Seperti yang diceritakan oleh Lintang Candra Ketua Komunitas Babad Anjuk Ladang melalui Akurasinews.

Jejak Kemenangan Kerajaan Medang di Bumi Anjuk Ladang- Medang atau yang kita sering kenal dengan nama Mataram Kuno, adalah sebuah kerajaan besar yang banyak meninggalkan jejak peradaban tinggi dari leluhur nusantara kala itu. Dua contoh warisannya yang sangat mendunia adalah candi Borobudur dan Prambanan.

Berdiri pada abad 8 Masehi dan memiliki pusat pemerintahan di wilayah Jawa Tengah, Medang secara bergantian dipimpin oleh wangsa besar yakni wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya.

Dua wangsa itu sering terlibat dalam persaingan kekuasaan, hingga akhirnya pada pertengahan abad ke-9 tahun masehi, trah dari wangsa Syailendra yang kalah dalam suatu aksi perebutan kekuasaan oleh wangsa Sanjaya melarikan diri ke wilayah pulau Sumatra dan menyatu dengan penguasa Kerajaan Sriwijaya.

Peristiwa tersebut juga menjadi point utama dalam perubahan peta politik kerajaan di Medang. Yang semula persaingan hanya terjadi karena perseteruan dua wangsa, kini menjadi sebuah perselisihan antar kerajaan, yakni Kerajaan Medang atau Mataram Kuno di Jawa, dengan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Perselisihan dua kerajaan itulah yang menjadi trigger lahirnya bumi Anjuk Ladang.

Perpindahan pusat kerajaan Medang adalah suatu peristiwa penting terkait sejarah Anjuk ladang. Meskipun ada beberapa teori yang masih menjadi perdebatan dikalangan sejarawan tentang penyebab pindahnya pusat kerajaan Medang, namun penemuan prasasti Anjuk Ladang di kompleks candi Lor wilayah Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menjadi setitik cahaya yang menguak fakta yang sebenarnya terjadi kala itu.

Meskipun pada prasasti tersebut tak disebutkan secara pasti tentang penyebab perpindahan kerajaan Medang. Namun, tersirat sebuah makna dari kata Sri Jayamerta, Jayastamba, dan Anjuk Ladang yang terukir pada prasasti tersebut.

Pada prasasti Anjuk Ladang itu menceritakan peresmian candi (Jayamerta) oleh mPu Sindok yang berada tak jauh atau disekitar Jayastamba. Jayastamba yang berarti tugu kemenangan, dan sima Anjuk ladang yang bermakna tanah kemenangan. Dari kalimat tugu kemenangan dan tanah kemenangan tersirat suatu pesan tentang adanya peristiwa peperangan besar yang pernah dialami mPu Sindok dari Kerajaan Medang melawan serbuan dari pasukan Sriwijaya.

Perkiraan kronologi tentang perang monumental tersebut diutarakan oleh tokoh sejarawan dari Kab. Nganjuk, Drs. Harmadi. Ia menerangkan, pada tahun 929 masehi pasukan Sriwijaya telah berhasil menghancurkan pusat Medang di Jawa Tengah dan menewaskan Penguasanya, yakni Raja Dyah Wawa. Mpu Sindok yang kala itu sebagai pejabat tertinggi kerajaan berhasil menyelamatkan diri dengan membawa mahkota raja Medang, sebagai simbol kewibawaan dan kedaulatan. Dalam pelariannya, ia sampai di wilayah Loceret, Nganjuk dan disanalah ia membangun benteng pertahan.

Pasukan Jambi dari kerajaan Sriwijaya yang memburu mPu Sindok, diterjunkan untuk menyerbunya di tempat persembunyiannya tersebut. Hingga akhirnya perang besarpun terjadi. Dan dengan bantuan para masyarakat setempat mPu Sindok berhasil membuat mundur serbuan pasukan Jambi.

Peristiwa kemenangan mPu Sindok itulah yang menjadi tonggak sejarah bagi Kabupaten Nganjuk. Karena rasa syukur pada Tuhan dan terima kasihnya kepada para warga pribumi kala itu, mPu Sindok membangun sebuah tugu kemenangan (Jayastamba) dan mendirikan sebuah candi peribadatan yang disebut Sri Jayamerta atau sekarang dikenal dengan nama candi Lor di bumi Anjuk Ladang yang bermakna tanah kemenangan.

Penulis : Berliana
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *