Dalami Penyelidikan TPPU, KPK Panggil Eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Dari Lapas

  • Whatsapp
Pemasangan plang penyitaan lahan diduga milik eks Bupati Nganjuk Taufikurrahman

JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 14/10/2020, memanggil mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dalam penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TTPU).

“TFR, mantan Bupati Nganjuk, dipanggil sebagai tersangka TPPU,” ucap Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri ketika dikonfirmasi.

Bacaan Lainnya

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka TPPU pada tanggal 8 Januari 2018.

Dalam pengembangan perkara, KPK menemukan dugaan penerimaan lain oleh mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terkait dengan fee proyek, fee perizinan dan fee promosi atau mutasi jabatan selama periode 2013—2017 dengan nilai sekitar Rp5 miliar.

Selain itu, Taufiqurrahman diduga telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi berupa kendaraan yang diatasnamakan orang lain, tanah dan uang tunai ataupun dalam bentuk lainnya.

Terkait dengan penyidikan TPPU, pada akhir September 2020, KPK juga telah menyita tanah seluas 0,8 hektare milik Taufiqurrahman di Desa/Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Tidak hanya itu, sebelumnya KPK juga telah melakukan penyidikan atas dua tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Diantaranya pertama dugaan suap terkait dengan perekrutan dan pengelolaan ASN atau PNS di Kabupaten Nganjuk, pada tahun 2017, kedua terkait dengan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawan dengan kewajiban atau tugasnya.

Atas perbuatannya Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (antara/hari).

Editor : Panji LS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *