Dilaporkan Relawan Jokowi Soal Wawancara Kursi Kosong, Ini Tanggapan Najwa Shihab

  • Whatsapp
Najwa Shibab dalam acara talkshow yang dipandunya. Sumber gambar instagram @najwashihab

JAKARTA – Najwa Shihab dilaporkan oleh relawan Jokowi karena aksi wawancara imajinernya di acara Mata Najwa pada Senin (28/09/2020). Dalam acara tersebut, Najwa melakukan monolog mewawancarai kursi kosong seolah Menteri Kesehatan Terawan.

Program acara mewawancarai kursi kosong tersebut akhirnya berbuntut panjang. Sejumlah orang yang mengatasnamakan Relawan Jokowi Bersatu melaporkan jurnalis Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Kabar dilaporkannya Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya tersebut akhirnya menyebar luas di sosial media. Hingga pada Selasa malam (06/10/2010) melalui akun instagram pribadinya @najwashihab membuka suara perihal pemberitaan tersebut.

Dalam caption instagram yang mengungah foto pemberitaan tentang dirinya itu, Najwa Shihab mengaku bahwa ia baru mengetahui soal pelaporan tersebut melalui media, bahkan ia belum tahu persis atas dasar apa pelaporan tersebut dibuat. Namun ia juga mendapatkan informasi bahwa pihak Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut.

“Saya dengar pihak Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut dan meminta pelapor membawa persolan ini ke Dewan Pers,” tulisnya.

Najwa Shihab juga mengatakan bahwa ia siap memberikan keterangan jika memang ada keperluan pemeriksaan. Melalui caption yang ditulisnya, Najwa Shihab menyampaikan bahwa tayangan di buat tersebut merupakan bentuk dari fungsi media sesuai UU Pers yaitu mengembangkan pendapat umum dan melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

“Media massa perlu menyediakan ruang untuk mendiskusikan dan mengawasi kebijakan-kebijakan publik. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan juga berasal dari publik, baik para ahli/lembaga yang sejak awal concerm dengan penanganan pandemi maupun warga biasa,” tulisnya lagi.

Najwa Shihab juga menyampaikan bahwa treatment kursi kosong seperti yang dilakukannya adalah hal yang lazim dilakukan di negara luar terutama negara yang punya sejarah kemerdekaan pers yang cukup panjang, seperti di Amerika dan Inggris.

Reporter : Berliana
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *