Dituduh Mencuri, Parti Liyani TKW Asal Nganjuk Ketemu Dewa Penolong

  • Whatsapp
Surat tuntutan dan pengacara Anil Balchandani

Internasional, Zonahitam.com, – Parti Liyani (46) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia yang menghadapi dakwaan atas dasar tuduhan pencurian pada kediaman majikannya yakni Liew Mung Leong (74) petinggi Chairman Changi Airport Group tempatnya dulu bekerja.

Dalam kisahnya kasus Parti Liyani merupakan pekerja imigran asal Nganjuk Jawa Timur, dilaporkan oleh majikannya kepada pihak Kepolisian Singapore oleh mantan majikannya pada Oktober 2016 atas dasar pencurian 144 barang dengan jumlah nominal S$ 50.856 atau setara dengan nominal kurang lebih 500 Juta Rupiah.

Bacaan Lainnya

Kasus ini sangat menarik bagaimana tidak, ternyata di sebuah kabupaten dengan julukan Kota Angin dimana ada wanita pejuang buruh yang meninggal karena kasus pembunuhan yakni Marsinah kini ada lagi, namun beruntung Parti Liyani mendapatkan pertolongan dari HOME dan Anil Balchandani.

Kalau dicermati begini urutan timeline kasusnya :
MARET 2007

Pada Maret 2007 Parti Liyani berangkat dari Indonesia dan mulai bekerja sebagai PRT di kediaman keluarga Liew Mung Leong dan anaknya Karl Liew. Selama kurang lebih 10 tahun hingga

MARET 2016

Parti Liyani ditugaskan bekerja sebagai PRT di kediaman anak dari Bos ternama singapura tersebut yaitu Karl liew. Sementara dapat diketahui bahwa hal tersebut adalah sebuah perlanggaran MOM (kementrian Tenaga Kerja Singapura), dalam surat perjanjian MOM bahwa seorang TKW-PRT hanya diperbolehkan untuk bekerja dalam satu alamat kediaman seperti yang tertera dalam surat perjanjian.

OKTOBER 2016

Pada 28 Oktober 2016 ketenagakerjaan Parti Liyani dalam keluarga Liew diputus. Kemudian Parti Liyani diberikan waktu oleh Karl untuk mengemas barang-barangnya hanya dalam 2 jam dan dari pihak Parti Liyani untuk meminta Karl mengirimkan barangnya yang terdapat pada box untuk dikirimkan ke Indonesia. Ketika kesepakatan belum ada antara Parti dan Karl sempat terjadi beberapa adu mulut dan Parti sempat mengancam mengadukan kepada MOM.

Setelah Parti pulang ke Indonesia, Istri Karl, Heather Lim memberikan masukan kepada keluarganya untuk memeriksa kotak barang milik Parti atas alasan pemeriksaan jika ada barang illegal. Setelah dibuka ternyata ada beberapa barang milik keluarga Liew.

Pada 29-30 Oktober Liew dan Karl melaporkan Parti kepada kepolisian.

DESEMBER 2016

Tanggal 2 Desember Parti yang dari Indonesia pergi ke Singapura kembali untuk mencari pekerjaan, Namun Parti ditangkap di Bandara Chiangi, kemudian pada 3 Desember 2016 investigasi atas kasus Parti mulai dilakukan. Sejak saat itu organisasi HOME memberikan Jaminan sebesar S$ 15.000 agar Parti tidak tinggal di Penjara dan bisa tinggal di penampungan. Pemrosesan pemeriksaan dilakukan selama 3 hari, sampai tanggal 4 Desember.

MARET 2019

Parti dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 26 bulan. Sedangkan, nilai barang yang dicuri awalnya S$ 50.856 dikurangi menjadi S$ 34.456 atau kurang lebih sekitar 360 Juta Rupiah

Sejak saat Parti Liyani dibantu oleh HOME, HOME juga yang mencarikan pengacara pro-bono (Pengacara dengan bantuan secara cuma-cuma) dan mendapatkan pengacara Anil Balchandani dari Red Lion Circle. Anil Sejak menangani kasus Parti dia sudah membela Parti dalam persidangan selama berbulan-bulan dan 3 hari banding dan persidangan berlangsung selama 22 hari.

Pembelaan Anil Balchandani yang cukup tegas dan bermain di motif akhirnya membuahkan hasil. Pada 4 September lalu Parti Liyani setelah 4 tahun tinggal dipenampungan HOME menunggu kesimpulan pada kasusnya akhirnya dinyatakan oleh Hakim Chan Seng Onn dibebaskan atas 4 tuduhan pencurian.

Dilansir dari mothership.sg Hakim Chan Seng Onn bahkan memberikan pujian terhadap Anil demi memperjuangkan hak akan kliennya Parti Liyani untuk sebuah kebebasan.

“Saya ingin memuji Tuan Anil atas layanan pro-bono yang telah dia berikan untuk kasus ini: persidangan itu sendiri memakan waktu 22 hari dengan pemeriksaan silang ekstensif dari para saksi Jaksa Penuntut; pengajuan persidangannya untuk hukuman dan hukuman berjumlah 279 halaman (tidak termasuk otoritas dan lampiran lainnya); sidang banding berlangsung selama 3 hari; pengajuan bandingnya berjumlah 221 halaman (tidak termasuk otoritas dan lampiran lainnya); kiriman tertulisnya rinci dan dicatat dengan baik; argumennya persuasif; dia mengeksplorasi dengan cermat setiap aspek kasus Jaksa Penuntut dan meneliti bukti yang banyak dalam transkrip untuk meningkatkan pembelaan kliennya baik di persidangan dan banding dengan jelas; ia menganalisis dasar keputusan hakim pengadilan dengan sangat rinci untuk diserahkan pada bidang di mana hakim pengadilan telah keliru dalam temuannya; dia menangani semua masalah ini sendirian dan telah menunjukkan banyak dedikasi dalam pekerjaan pro-bono untuk kasus ini,” terangnya pada media singapore mothership.sg.

Sementara, pada video Anil Balchandani di dalam twitter @newnaratif, dia mengatakan bahwa ada dugaan kolusi dan konspirasi jahat yang dilakukan oleh majikan terhadap Parti Liyani.

“Pada sidang yang terjadi, para hakim mengatakan bahwa dia (Penuntut) tidak mampu membuktikan tuduhannya terhadap Parti Liyani dan juga para hakim menemukan kolusi dan konspirasi pada kasus Parti Liyani dan hakim juga mengatakan bahwa tuduhan pada terdakwa tidak kredibel atau masuk akal,” ucap Anil Balchandani.

Dalam video Anil Balchandani tersebut, banyak warganet yang antusias menanggapinya dengan positif, seperti seorang warganet dengan akun @muosangeigei bahkan mengimbuhkan sebuah komentar pujian terhadap Anil Balchandani _”you’re true hero, the hall of justice”_ yang artinya _“kamu adalah pahlawan sejati, aula dari keadilan”_.

Pada twitter @newnaratif, Parti Liyani juga sempat mengungkapkan kebahagiaannya atas kemenangan pada kasusnya.

“sebelum saya menang, saya ngak mungkin sampek saya itu menang dari 4 tuduhan yang dituduhkan pada saya, saya berpikir mungkin saya dapet 1 tahun atau 26 bulan lebih yang saya pikirkan, tapi hari ini saya bener-bener merasa bahagia, ternyata saya totally ngak di hukum, bebas, saya sangat bahagia dengan orang-orang yang membantu saya,” ungkap Parti Liyani dalam twitter @newnaratif.

Sementara itu, kasus Parti Liyani ini bisa disimpulkan karena dasar kekhawatiran. Andai saja jika Parti tidak pernah mengatakan akan pengaduannya kepada MOM ke keluarga Liew. Mungkin saja mereka tidak akan khawatir dan memeriksa box Parti dan membuat laporan kepada pihak kepolisian. Sedangkan, Parti sendiri juga tidak menunjukkan bahwa adanya barang penting dan berharga pada box tersebut.

Bisa dikatakan begini, karena Parti sendiri sudah bekerja selama kurang lebih 10 tahun pada kediaman keluarga Liew dan selama ini hubungan antara kedua pihak saling baik-baik saja, kenapa baru ketika pemecatan Parti mereka membuat laporan kepada kepolisian? Kenapa tidak 2, 4, 6 atau 8 tahun yang lalu membuat laporan jika keluarga Liew merasa kehilangan barang-barangnya yang telah dicuri oleh parti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *