Dua Orang Meninggal Dadakan di Stasiun Kertosono – Nganjuk, Humas Daop VII Madiun Menjawab

  • Whatsapp
Riyanto, calon penumpang kereta api yang meninggal dadakan di Stasiun Kertosono, Minggu (29/11/2020).

NGANJUK, Zonahitam.com, – Peristiwa mengegerkan terjadi di Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Pasalnya pada Minggu 29/11/2020 kemarin dalam sehari, 2 (dua) orang tiba-tiba meninggal di lingkungan Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dari data yang dihimpun tim zonahitam.com korban pertama adalah Riyanto (26) warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, merupakan salah satu penumpang kereta api yang tengah menunggu kereta jurusan Madiun-Banyuwangi tiba-tiba mendadak meninggal pada pukul 10.45 WIB, dalam keadaan tersungkur dengan dengan konsisi telungkup dan mengeluarkan darah dari mulut.

Bacaan Lainnya

Mengetahui kejadian tersebut, Kepala Stasiun Kertosono mendatangi lokasi kejadian langsung menghimbau agar calon penumpang pindah untuk mengatasi adanya kerumunan dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Stasiun dan diteruskan ke Satgas COVID-19 Kecamatan Kertosono.

Tidak berselang lama setelah mendapatkan laporan. Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Nganjuk, langsung melakukan pemeriksaan kepada korban.

Diwaktu hampir bersamaan disaat Satgas Covid-19 belum selesai mengevakuasi, petugas PT KAI Kertosono mendapat laporan kembali tentang adanya warga yang berprofesi sebagi tukang mengayuh becak meninggal di area stasiun.

Supaat, korban kedua yang meninggal dadakan di stasiun Kertosono pada Minggu (29/11/2020).

Korban kedua seorang pengayuh becak tersebut adalah Supaat (60), warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, dimana saat iti sedang mangkal di area stasiun tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri.

Pada akhirnya petugas kereta api beserta tim Satgas COVID-19 disibukkan kembali dan langsung mendatangi lokasi kejadian pada pukul 11.30 WIB pada Minggu kemarin.

Atas kejadian ini, Riyanto (korban pertama) akhirnya dievakuasi menuju RSUD Kertosono oleh petugas Medis Puskesmas Kertosono. Sedangkan Supaat (korban kedua) dievakuasi menuju rumah duka.

Dilain tempat, Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko memberikan klarifikasi jika pihak Kereta Api memastikan protokol kesehatan di area stasiun dilaksanakan dengan ketat.

“KAI berlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat baik bagi pegawai, penumpang, khusus penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta api, harus memiliki hasil rapid test atau swab yang menyatakan non reaktif baru diperbolehkan naik, namun jika ternyata reaktif maka tiket akan dikembalikan 100 persen,” katanya melalui telpon seluler. Senin (30/11/2020).

Untuk itu pihaknya, memastikan bahwa korban merupakan bukan penumpang PT KAI, hanya saja mungkin kebetulan Riyanto (korban pertama) akan berpergian menggunakan kereta api.

“Dikatakan penumpang itu sudah mempunyai tiket dan lolos dari pemeriksaan Rapit test, saya meyakini bahwa korban bukanlah penumpang KAI,” ungkap Ixfan. (Berliana/Hariyanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *