Gelap Mata Tak Dipinjami Uang, PRT Bunuh Majikan

  • Whatsapp
Kapolresta Sidoarjo saat merilis ungkap kasus pembunuhan PRT ke majikannya di rumahnya, Jalan Brigjen Katamso, Kedungrejo, Waru, Sidoarjo.

SIDOARJO, ZonaHitam.com – Tim Satreskrim Polresta Sidoarjo dan unit Reskrim Polsek Waru, berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita bernama Magdalena Tien Kartini (67) yang ditemukan meninggal bersimbah darah pada Jumat 24 Juli 2020, di rumahnya Jalan Brigjen Katamso, Kedungrejo, Waru, Sidoarjo, dikarenakan luka tusukan di kepala dan punggung.

Pasangan suami istri berinisial S (32) dan HS (32), asal kota Balikpapan, merupakan tersangka dibalik pembunuhan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka Pasutri itu ditangkap tim Resmob Polresta Sidoarjo, sekitar tiga hari usai melakukan aksinya. Dalam keterangannya saat gelar jumpa pers, Kamis (30/7/2020).

Dijelaskan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, bahwa kejadian pembunuhan pada hari Jumat lalu tersebut, berawal dari tersangka S, yang ingin meminjam uang kepada korban untuk dipakai pulang ke Balikpapan bersama suaminya HS.

Lantaran tidak dipinjami, S yang kesehariannya menjadi PRT di rumah korban akhirnya nekat membunuh korban bersama suaminya.

“Dalam melakukan aksinya, HS yang berprofesi sebagai sopir taksi ini membekap wajah korban dengan cara ditutupi dengan selimut,” terang Sumardji.

“Saat dibekap, korban berteriak dan membuat tersangka panik. S yang ikut berperan akhirnya mengambil gunting dan langsung diberikan ke HS. Lalu, HS menusukkan gunting tersebut ke punggung korban sebanyak 19 kali. Lantaran masih berteriak, akhirnya HS kembali menusuk bagian belakang kepala korban dengan gunting sebanyak 22 kali, yang membuat korban meninggal di tempat,” jelas Kombes Pol Sumardji.

Usai membunuh, kedua tersangka mengambil barang korban berupa uang sekitar Rp. 5.000.000, cincin emas 9 buah, gelang emas 4 buah, anting emas 5 pasang, liontin emas 1 buah dan 2 buah kartu ATM BCA dan 1 buah kartu ATM bank Mega beserta nomer pin ATM untuk dibawa kabur ke Bali. Namun upaya melarikan diri pun akhirnya kandas, lantaran keburu tertangkap Polisi saat di Bali.

Kemudian, barang bukti yang berhasil disita petugas yaitu Gunting, baju tersangka, sprei ada bekas darah korban, selimut warna biru, baju korban, Gelang 4 buah, cincin 9 buah, anting 5 pasang, Liontin 1 buah 2 buah Hp korban dan uang Rp 5 juta.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun atau hukuman pidana mati atau seumur hidup dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun serta Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (az/har)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *