Gempar Foto 2 Lelaki Bugil di Tempat Sakral Gunung Gede Pangrango

  • Whatsapp
Puncak Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat. (Twitter @Getlostidn)

Zonahitam – Foto dua orang pria tanpa busana berpose di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango tempat yang dianggap sakral bagi masyarakat Jawa Barat khusunya Cianjur, tengah viral di sosial media. Aksi tidak terpuji kedua pria tersebut banyak disesalkan oleh banyak pihak, terutama pihak pengelola Taman Nasional Gudung Gede Pangrango (TNGGP).

Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto mengatakan sangat menyesalkan tindakan tersebut karena bertentangan dengan norma agama dan sosial.

Bacaan Lainnya

“Dalam SOP Pendakian disebutkan bahwa pendaki di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, perbuatan yang meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, perbuatan asusila atau perbuatan lain yang sejenis,” kata Wahju.

Wahju juga mengajak masyarakat dan pecinta alam untuk memberikan edukasi pendaki cerdas supaya kegaitan yang tidak terpuji seperti yang terjadi di TNGGP tidak terulang lagi.

“Untuk mencegah kegiatan tersebut terulang kembali, kami mengajak seluruh pihak dan masayarakat yang bergerak di bidang pendakian dan wisata alam untuk bersama-sama melakukan edukasi ‘pendaki cerdas’ kepada pengunjung khusunya pendaki gunung,” jelasnya.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama masyarakat sekitar meminta kepada pemilik akun IG @eyi_oei dan @bondanramadhani agar menghapus unggahan foto asusila tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial kepada masyarakat Jawa Barat.

“Kepada para netizen yang ikut mengunggah/respost foto tersebut diminta untuk tidak menyebarluaskan perundangan dan segala menghapusnya,” tutur Wahju.

Jika tidak kunjung ada itikad baik dari yang bersangkutan pihak BBTNGGP juga akan melaporkan hal ini ke ranah hukum.

“Langkah selanjutnya BBTNGP akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau Pornografi,” tutup Wahju. (Berliana/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *