Harga Anjlok, Petani Cabai Asal Nganjuk Menjerit

  • Whatsapp
Tanaman cabai milik petani Desa Ngeluyu

NGANJUK, – Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 sangatlah merugikan banyak pihak, salah satunya petani cabai merah di Desa Ngluyu, Kecamatan Ngeluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bagaimana tidak apa yang diimpikan tidak sesuai kenyataan, harga cabai tadinya masih Rp 20.000 perkilo sekarang turun sangat drastis hanya laku Rp 6000 perkilo.

Warijem petani cabai merah di Desa Ngluyu, Kecamatan Ngeluyu mengeluhkan akan harga cabai dipasaran hanya laku Rp 6000 perkilo.

Bacaan Lainnya

“Petani cabai sekarang merugi karena harga cabai yang turun dengan drastis. Jika tahun sebelumnya bisa mencapai RP 20.000 sekarang cabai di pasaran hanya seharga RP. 6000,” keluhnya. Sabtu (19/9/2020).

Dikatakan Warijem kenapa petani merugi, karena untuk biaya perawatan cabai hingga bagus tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh.

“Para petani cabai memilih untuk memanen cabai merah sendiri, padahal biasanya masih bisa memperkerjakan orang lain. Ini menjadi salah satu pertimbangan para petani supaya tidak semakin merugi,” katanya.

Dengan adanya permasalahan harga cabai kian menurun, diharapkan Warijem agar pemerintah daerah bmelakui dibas terkait bisa membantu mencarikan solusi agar petani cabai tidak merugi.

“Para petani cabai berharap adanya solusi dari Dinas Pertanian Daerah, supaya membantu mengatasi permasalahan para petani cabai di Kota Nganjuk, ditengah perekonomian yang masih kurang stabil akibat pandemi corona,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *