Kakek Tomo, Lansia Nganjuk yang Tinggal Sebatangkara di ‘Gardu’ Reyot

  • Whatsapp
Kakek Tomo hidup seorang diri di dalam bangunan yang jauh dari kata layak (foto : A. Bahar)

NGANJUK – Kakek Tomo, seorang lansia miskin berusia 70, mantan tukang cukur keliling asal Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot hidup sebatangkara di rumah tak layak huni.

Bangunan yang ditempatinya sehari-hari mirip gardu reyot, berukuran 2 X 4 meter tanpa adanya pintu, dengan ketinggian dinding sekitar 2 meter.

Bacaan Lainnya

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia hanya bisa mengandalkan bantuan dari orang lain.

Kondisi Kakek Tomo yang kini tak muda lagi membuatnya harus berdiam diri di rumah karena tenaganya tidak memungkinkan untuk bekerja. Hal ini juga diperparah dengan penglihatannya yang mulai rabun, sedikit pikun dan indera pendengarannya mulai terganggu. Sehingga apabila orang lain mengajaknya berkomunikasi harus dengan suara keras, agar dapat didengar oleh kakek tua yang berpenampilan lusuh itu.

“Sampeyan nyedak mboten nopo-nopo, pancene kulo mboten nduwe, kulo ikhlas,” ujar Kakek Tomo, diwawancarai di rumahnya Senin (19/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Zonahitam.com, Kakek Tomo memiliki 5 anak yang telah berkeluarga di tempat masing-masing. Namun saat Kakek Tomo diajak anaknya untuk dirawat, ia lebih memilih menempati rumah tersebut yang dalam konidisi kotor dan penuh banyak sampah.

Di tengah kondisi tersebut Kakek Tomo hanya meminta kepada yang mahakuasa apabila nantinya telah tiba ajalnya, ia hanya mengharap agar diterima amal ibadahnya serta diampuni dosanya.

Penulis : A. Bahar
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *