Keluh Kesah Orang Tua Ajarkan Anak Secara Online

  • Whatsapp
Sriatun ketika melakukan kegiatan mengajar pada anaknya melalui media daring

NGANJUK, – Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah kegiatan belajar-mengajar menjadi berbasis daring atau online. Tak hanya siswa yang harus beradaptasi, kebijakan darurat pemerintah ini juga membuat para orangtua harus bisa menyesuaikan diri.

Sekolah online menjadi kebiasaan baru, yang mau tidak mau harus dihadapi. Terlebih orang tua yang dituntut untuk lebih memberikan pengawasan lebih kepada anak-anaknya. Karena di masa seperti ini peran orang tua begitu penting, sebagai pendidik yang baik bagi anaknya di rumah.

Bacaan Lainnya

Salah satunya dialami Sriatun warga Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak, Devi (10) kelas 5 SD dan Davis (13) SMP. Ia kini memiliki tugas tambahan dan merasakan tantangan baru dalam mendampingi anak-anaknya belajar.

“Ini hal yang baru untuk saya, bukan cuma anak yang belajar tapi saya juga belajar dulu sebelum menyampaikan tugas dari sekolah ke anak, sehingga anak tetap mendapatkan pembelajaran sperti disekolah, tidak hanya asal mengerjakan saja,” ujar Sriatun. Minggu (20/9/2020).

Masih penjelasan Sriatun, perbedaan belajar online dibandingkan tatap muka, yakni dari jumlah tugas yang tidak terlalu banyak, sehingga tidak membebankan anak- anak.

“Kalau biasanya setiap hari mendapatkan tugas, kalau online seperti ini tugasnya tidak banyak dan masuk tatap mukanya satu minggu cuma dua kali,” ungkap Sriatun.

Ia menyadari, sebagai orang tua yang mendampingi anak belajar online, juga dituntut untuk melek teknologi. Ini menjadi tantangan sendiri bagi Sriatun karena harus belajar banyak hal baru mengenai dunia teknologi khususnya handphone.

Jika kesulitan, Sriatun biasanya mengandalkan tayangan di Youtube sebagai referensi mendampingi anak-anaknya belajar.

Lebih lanjut Sriatun berharap sistem sekolah bisa kembali normal. Karena bagaimanapun juga, ia menganggap sekolah offline atau tatap muka jauh lebih efektif dan memudahkan banyak pihak juga tidak banyak mengeluarkan anggaran untuk membeli kuota, karena pasang internet rumah jaringan penuh.

“Apalagi sekarang orang-orang sudah banyak yang beraktifitas seperti biasanya, harusnya sekolah juga begitu,” tukas Sriatun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *