Kuota Pupuk Terbatas, Pemkab Nganjuk Luncurkan Kartu Tani

  • Whatsapp
Pupuk Za (Dok ZH)

NGANJUK, – Pemerintah Daerah (Pemkab) Nganjuk mulai meluncurkan Kartu Tani pada akhir September 2020. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Wakil Bupati Marhaen Djumadi secara bergantian membagikan kartu tersebut di beberapa titik, secara simbolis.

Namun di saat yang sama, Pemkab Nganjuk juga mengumumkan bahwa tahun 2020 ini, kuota pupuk yang didapat Kabupaten Nganjuk jauh dibawah rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto mengatakan, tahun ini kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Nganjuk memang berkurang 50 persen. Pihaknya akan terus berusaha untuk meningkatkan kuota tersebut.

“Untuk tahun ini alokasi pupuk di Kabupaten Nganjuk berkurang 50 persen, namun kami terus berusaha untuk menaikkan alokasi pupuk bersubsidi tersebut dengan mengajukan permohonan ke provinsi Jatim maupun ke kementerian Pertanian,” tutur Judi. Kamis (01/10/2020).

Diakui, Judi bahwa setiap anggota kelompok tani yang memiliki lahan seharusnya mendapatkan kartu tersebut. Namun saat ini proses penyalurannya masih berlangsung secara bertahap.

“Jadi kalau ada anggota kelompok tani yang belum mendapat kartu tani, segera melapor ke ketuanya. Semua anggota kelompok tani seharusnya dapat. Hanya memang ini masih bertahap penyalurannya,” kata Judi.

Menurut Judi, hal yang sama juga diterapkan pada kios-kios resmi yang ditunjuk untuk menyalurkan pupuk bersubsidi.

“Mesin EDC di kios juga bertahap,” imbuhnya.

Mengenai kelangkaan pupuk di petani, Judi menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan, hanya saja saat ini kuotanya memang terbatas, sehingga belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan berdasarkan RDKK.

“Jadi sebenarnya bukan langka (pupuk subsidi). Memang kuotanya terbatas. Kami masih mengupayakan agar bisa mendapat tambahan kuota pupuk dari pemerintah pusat,” tegasnya

Sementara itu, Bupati Novi pada acara penyerahan Kartu Tani di Kecamatan Rejoso, Senin (28/9) mengatakan, total secara keseluruhan yang menerima Kartu Tani di Kabupaten Nganjuk sebanyak 24 ribu petani.

Sekedar diketahui, Berikut ini data kebutuhan dan kuota pupuk subsidi tahun 2020, yang dihimpun dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk :

1. Pupuk Urea sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) sebesar 47.660 ton, tetapi kuota yang didapat hanya 23.149 ton.

2. Pupuk ZA sebesar 29.620 ton, tetapi kuotanya hanya 10.400 ton atau kurang dari separo.

3. Pupuk SP36, dengan kebutuhan sebanyak 20. 350 ton, Kabupaten Nganjuk hanya mendapat alokasi 3.024 ton.

4. Pupuk NPK sebesar 43.998 ton, hanya diberi kuota 22.801 ton.

5. Pupuk organik, kebutuhannya 19.599 ton dan hanya mendapat jatah 5.149 ton.

Sampai bulan September 2020, penyerapan kuota tersebut sudah 80 persen.

Penulis : Hariyanto
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *