Mbah Yatemi Ternyata Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

  • Whatsapp
Mbah Yatemi saat berjualan di pinggir jalan Puskesmas Tanjunganom

NGANJUK – Mbah Yatemi, 75, sosok viral penjual sayuran yang buta, warga Jalan Kujonmanis, Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, ternyata mempunyai pengakuan yang sangat mengejutkann.

Rupanya, lansia yang hidup sebatang kara dan tinggal di rumah iparnya ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut ironis di tengah masa pandemi Covid-19, di mana pemerintah sedang gencar-gencarnya menyuplai berbagai bantuan untuk masyarakat. Mbah Yatemi mengaku tidak pernah menerima bantuan sementara orang-orang di sekitarnya sudah mendapatkan.

“Saya tidak dapat apa-apa, yang dapat beras 10 kilogram setiap bulan dari desa, kadang juga 8 kilogram tidak pasti itu malah kakak saya. Kalau orang-orang ada yang dapat uang saya tidak,” ujar Mbah Yatemi.

Ia merupakan seorang janda veteran. Di usia yang sudah tidak lagi muda,seharusnya digunakan Mbah Yatemi untuk menghabiskan waktu istirahat di rumah. Namun ia justru memilih untuk setiap harinya berjualan sayuran di pinggir jalan demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Selagi masih sehat, saya masih tetap ingin berjualan,” kata Mbah Yatemi.

Mbah Yatemi mulai berjualan sejak masih kecil hingga saat ini. Sebelumnya Mbah Yatemi berjualan keliling menjajakan makanan. Namun pada 2016 penglihatan Mbah Yatemi terganggu hingga buta tidak bisa melihat apa-apa. Karena sudah terbiasa berjualan, akhirnya Mbah Yatemi memutuskan untuk jualan sayur seadanya dengan menetap di seberang jalan depan Puskesmas Tanjunganom.

Lebih tepatnya Mbah Yatinem ini berjualan di samping lahan minimarket, dengan pisang yang digantung pada rombong bertuliskan “Jual Aneka Ragam Pisang Mbah Mi”. Rombong milik Mbah Yatinem inipun juga pemberian dari Alfamart setempat.
“Ini rombongnya diberi sama orang Alfa, tiap hari saya titipkan di tempat orang. Jadi bayar sewa juga tiap bulan”. Jelas Mbah Yatemi.

Penulis : Berliana
Editor : Panji LS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *