Mendes PDTT, Lewat SDGs Desa Tanpa Kemiskinan Bakal Terwujud

  • Whatsapp
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam acara Evaluasi Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 dan Sosialisasi Permendes 13 Tahun 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2020) (ANTARA/HO-Kemendes PDTT

JAKARTA, – Melalui Sustainable Development Goals (SDGs) Desa atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis target desa tanpa kemiskinan akan segera terwujud.

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, menjelaskan sebenarnya selama ini sudah banyak program kementerian dan lembaga yang sudah langsung masuk ke desa. Hanya saja penyalurannya kurang maksimal karena tidak tepat sasaran.

“Pertanyaan saya bagaimana agar seluruh program yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga termasuk provinsi dan kabupaten itu betul-betul bisa masuk pada posisi yang memang sesuai dengan yang diharapkan oleh desa,” katanya. Sabtu (17/10/2020).

Lewat SDGs Desa yang menjadi pedoman Kepala Desa dalam penggunaan Dana Desa 2021, pria sapaan akrab Gus Mentri ini percaya semua program pemerintah akan tepat sasaran, tidak akan terjadi penumpukan pada satu orang tertentu. Dengan demikian target desa sehat dan tanpa kemiskinan akan terwujud.

Hal itu sudah terbukti dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang melakukan terobosan dengan disalurkan langsung kepada warga desa terdampak COVID-19 yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.

Sedangkan mengenai yang dimaksud desa tanpa kemiskinan sendiri adalah apabila di suatu desa terdapat 200 warga miskin maka mereka wajib mendapat bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah.

“Maka itulah yang dimaksud dengan desa tanpa kemiskinan, bukan berarti tidak ada orang miskin, kemiskinan yang ada di desa tertangani sesuai dengan kewajiban pemerintah, itu yang disebut dengan negara hadir, memiliki akses terhadap jaring pengaman sosial,” papar Gus Menteri.

SDGs sendiri, ditegaskan Gus Menteri adalah rencana aksi global yang disepakati para pemimpin dunia termasuk Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Pemerintah mencanangkan pemenuhan SDGs itu dengan membuat aturan turunan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau kemudian disebut SDGs Nasional.

“Kemudian menurunkan aturan itu ke tingkat paling bawah menjadi SDGs Desa. Ada beberapa poin yang belum terdapat di SDGs global maupun nasional yakni adanya unsur kearifan lokal dan religiusitas dalam setiap pembangunan,” terangnya.

Masih penjelasan, Gus Menteri, ada 18 tujuan SDGs desa itu yaitu desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa berenergi bersih dan terbarukan serta pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa.

Selain itu terdapat pula inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa serta desa damai dan berkeadilan.

“Tidak hanya itu dalam SDGs Desa juga didorong mencapai kemitraan untuk pembangunan desa dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif,” jelasnya. (Antara/HR/Pnj).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *