Menhub: Jangan Berangkat Liburan Saat Puncak Long Weekend

  • Whatsapp
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam diskusi Potensi Penyebaran COVID-19 Ketika Libur Panjang yang digelar di BNPB, Jakarta (Sumber : Antara)

JAKARTA – Menjelang long weekend, antusias para masyarakat untuk berlibur semakin meningkat tentunya. Banyak calon pelancong yang sudah mempersiapkan beberapa rencana liburan mereka setelah sebelumnya tertunda karena harus mentaati PSBB yang ada.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan tidak berangkat di waktu puncak, yakni pada Selasa 27 Oktober malam atau Rabu 28 Oktober.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak berangkat tanggal 27 malam atau 28 karena itu puncak mudik atau perjalanan masyarakat,” kata Menhub Budi dalam diskusi Potensi Penyebaran COVID-19 Ketika Libur Panjang yang digelar di BNPB, Jakarta. Rabu (21/10/2020).

Menhub Budi juga mengimbau mereka yang memanfaatkan libur panjang untuk rekreasi tidak menumpuk di tanggal 28 Oktober nanti.

“Jika banyak orang berangkat dalam waktu yang sama dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang kemudian berujung pada risiko penularan Covid-19 karena banyaknya orang yang terkumpul di satu tempat,” Ujar Menhub Budi.

Ia juga telah mengidentifikasi tiga titik yang diprediksi mengalami kemacetan, utamanya dari arah Jakarta. Ketiga titik itu yakni jalur darat ke arah timur, di kapal ke arah Sumatera, dan di bandara.

Selain mengantisipasi kemacetan saat libur panjang pekan depan, Budi mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Daerah untuk mengawal penerapan protokol kesehatan.

“Jadi bukan dari Jakarta atau Surabaya saja tapi sampai kabupaten dikawal,” ujar Menhub Budi.

Upaya antisipasi lain yang dilakukan dalam persiapan libur panjang yakni memastikan ketaatan operator transportasi terhadap penerapan protokol kesehatan. Menurut Menhub Budi, operator transportasi adalah pihak yang menjalankan peran penting dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau mereka tidak taat, maka ada penularan yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (Antara/Richo/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *