Nganjuk Hari Ini: Wa Wabup Kena Hacker Dan Rumah Jadi Semi Museum

  • Whatsapp
Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi

NGANJUK, – Orang nomer 2 dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk Jawa Timur, yakni wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, aplikasi WhatsAppnya terkena serangan hacker yang mana digunakan untuk menipu berdalih minta dana atau pinjam dana.

Terkait hal itu, Marhaen pun meminta masyarakat berhati-hati, dan mengabaikan saja bila menerima WhatsApp darinya dan meminta bantuan dana.

Bacaan Lainnya

“Mengirim pesan ke kontak-kontak, meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan. Katanya untuk tambahan biaya asisten yang sakit, uang di bank sedang over limit, dan sebagainya. Itu bukan dari saya,” urai Marhaen, Selasa 20 Oktober 2020.

Ia juga menjelaskan modus si pelaku. Awalnya pura-pura menanyakan posisi setiap calon korban. Ketika WA dibalas, maka seseorang tersebut langsung membalas kembali dengan meminta uang dengan berbagai alasan seolah-olah darinya.

Penipu itupun juga langsung mengirimkan nomor rekening kepada para calon korban yakni nomor rekening BNI 0980649979 atas nama Andrias.

Marhaen mengaku juga sudah melaporkan peretas akun WA-nya tersebut ke Polres Nganjuk sejak 2 Oktober 2020 lalu. Selain itu, ia juga membuat pengumuman di media sosial. Namun sampai saat ini, si pelaku masih saja nekat berulah.

“Meskipun itu akun WA saya, ada foto profil saya,tetapi pelaku menggunakan nomor telepon lain yang bukan telepon saya,”pungkas Marhaen.

Rumah Jadi Semi Museum

Merasa prihatin akan benda bersejarah yang diperjualbelikan, Aries Trio Effendi, 41, seorang pegiat sejarah asal Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. secara sukarela mengoleksi ratusan benda kuno mulai dari zaman prasejarah hingga era kolonial.

“Saya senang dengan benda kuno ini berawal dari banyaknya artefak yang berserakan di sekitar candi ngetos. Kemudian saya kumpulkan untuk dilakukan perawatan. secara bertahab, saya suka benda kuno kini tak terasa sudah sekitar 20 tahun,” kata Aries saat ditemui di rumah merangkap museum mini miliknya, Rabu (21/10).

Jenis benda bersejarah di rumah Ariea cukup beragam. Di antaranya fosil kerang laut purba, batu dari sisa bangunan candi, umpak, timbangan batu, lumpang kecil, alat berburu manusia purba, hingga uang koin dari beberapa masa.

“Benda-benda ini sengaja saya kumpulkan dan simpan agar tidak punah atau musnah termakan zaman,” imbuh Aries.

Tak jarang orang datang untuk membeli benda purbakala miliknya. Bahkan sampai ditawar jutaan rupiah. Namun Aries tidak bersedia menjualnya.

“Pernah ada yang menawar benda purbakala milik saya puluhan juta rupiah. Namun saya lebih senang mengoleksi benda purbakala ini,” kata Aries.

Koleksi di museum mini milik Aris ini juga sudah dikoordinasikan dengan Museum Anjuk Ladang milik Pemkab Nganjuk. Tujuannya agar dapat digunakan oleh masyarakat untuk menambah wawasan terutama pelajar dan mahasiswa.

“Fosil kerang laut saya peroleh dari hutan nganjuk sebelah utara sebagian mencari sendiri sebagian diberikan orang, dari pada tidak terawat,” terangnya.

Ia berharap agar seluruh benda kuno miliknya dapat segera teregistrasi. Dan berharap kepada masyarakat agar lebih mencintai benda purbakala agar terhindar dari kerusakan.

Penulis : Berliana/Rico/A. Bahar
Editor : Panji/Hariyanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *