Pemkot Surabaya Akan Gelar Razia Terompet di 31 Kecamatan

  • Whatsapp
Razia Terompet Tahun Baru
Dokumentasi - Pedagang menyelesaikan pembuatan terompet di kawasan Glodok, Jakarta, Senin (30/12/2019). (ANTARA)

SURABAYA, Zonahitam.comĀ  – Jelang malam tahun baru 2021, Pemerintah Kota Surabaya berencana adakan razia pedagang terompet yang dilakukan serentak di 31 kecamatan Kota Surabaya sebagai upaya untuk mencegah potensi penularan virus corona melalui droplet atau percikan air liur.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, mengatakan pengawasan atau razia serentak tidak hanya di tempat-tempat berpotensi terjadi kerumunan, tapi juga di pasar, toko, pusat-pusat perbelanjaan hingga perbatasan atau pintu masuk ke Kota Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Yang pasti akan ada operasi besar-besaran, camat sudah kami instruksikan untuk melarang penjualan terompet dan pembatasan penjualan kembang api,” kata Whisnu, di Surabaya, Selasa (29/12/2020).

Selain itu, lanjut Whisnu, Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional aktivitas usaha di Surabaya saat malam tahun baru. Pembatasan operasional usaha pada 31 Desember 2020 yaitu hanya hingga pukul 20.00 WIB.

“Semua (aktivitas usaha) pukul 20.00 WIB tutup saat malam tahun baru. Itu sudah kita tetapkan bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan nanti kami tegaskan juga, sosialisasikan lewat para camat,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Cristijanto mengatakan selama malam pergantian tahun, pihaknya memperketat pengamanan khususnya di pusat keramaian seperti mal, kafe dan restoran.

Menurut dia, Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan surat edaran kepada pelaku usaha seperti mal, restoran dan kafe agar jam operasional saat malam pergantian tahun baru yakni 31 Desember 2020 dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Eddy mengatakan bagi pelaku usaha yang masih melanggar aturan jam operasional akan ditindak tegas dengan diberi sanksi administrasi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengimbau warga tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun, baik di tempat umum atau di perkampungan penduduk.

“Untuk kegiatan perayaan malam tahun baru instruksi langsung untuk ditiadakan perayaan malam tahun baru. Kampung juga tidak boleh melaksanakan perayaan malam tahun baru,” katanya. (Antara/Berliana/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *