Presiden Janji Kebijakan Baik di Tahun 2020 Akan Dilanjutkan Pada Tahun 2021

  • Whatsapp
Presiden RI Joko Widodo.

JAKARTA, Zonahitam.com – Dalam acara Dialog Nasional Out yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, pada Selasa (22/12/2020), Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah akan melanjutkan sejumlah kebijakan yang sudah dijalankan tahun 2020 pada tahun 2021.

Kepala Negara berjanji kebijakan-kebijakan yang baik di tahun 2020 akan dilanjutkan di 2021 terutama kebijakan di bidang kesehatan untuk penanganan COVID-19, dan juga kebijakan bantuan perlindungan sosial untuk rakyat.

Bacaan Lainnya

“Di tahun 2021 tentunya kebijakan yang baik di tahun 2020 akan terus kita lanjutkan, akan terus kita teruskan,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan program vaksinasi COVID-19, penerapan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, perjanjian keringanan bea masuk produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, hingga pendirian Indonesia Investment Authority akan menjadi faktor-faktor pendorong akselerasi pemulihan ekonomi domestik pada 2021.

Presiden mengatakan kebijakan yang akan dilanjutkan terutama di bidang kesehatan, untuk penanganan COVID-19, dan juga pemberian bantuan perlindungan sosial untuk rakyat.

“Dan yang paling penting, pemerintah akan segera memberikan vaksin gratis kepada seluruh rakyat dan akan dimulai di awal tahun 2021,” jelas Presiden.

Presiden menyampaikan adanya program vaksinasi diharapkan memunculkan kepercayaan publik tentang penanganan COVID-19, sekaligus menimbulkan rasa aman masyarakat.

“Sehingga pemulihan diharapkan akan berjalan lebih cepat, konsumsi akan naik dan kembali normal,” jelasnya.

Presiden juga memperkirakan investasi akan meningkat karena adanya UU Cipta Kerja, di akhir tahun 2020. Ekspor nasional menurutnya, sudah mulai kelihatan pulih, dan tren ini diharapkan akan terus terjaga dan meningkat di 2021.

Aliran investasi juga diyakini Presiden akan lebih deras karena penerapan Undang-Undang Cipta Kerja. Hingga akhir 2020, kinerja ekspor sudah membaik. Terlebih, di 2021 kinerja ekspor juga akan kembali meningkat, di antaranya karena penerapan keringanan bea masuk untuk ekspor Indonesia ke AS setelah perpanjangan kerja sama Generalized System Preferences.

“Terlebih lagi kita juga mendapatkan GSP, Generalized System Preferences dari AS tentunya ini akan mendorong kinerja ekspor kita,” ujar Presiden.

Presiden juga menjelaskan Indonesia akan memiliki pengelola investasi atau Indonesia Investment Authority yang bekerja seperti lembaga Sovereign Wealth Fund. Lembaga ini akan mengelola sumber pembiayaan pembangunan yang berbasis penyertaan modal atau ekuitas bukan pinjaman.

“Ini akan menyehatkan ekonomi kita, BUMN-BUMN kita, terutama di sektor infrastruktur dan di sektor energi,” ujar dia.

Saat ini, kata Kepala Negara, sudah ada beberapa negara yang menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dengan lembaga pengelola investasi Indonesia, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan Kanada. (Antara/Berliana/Panji)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *