Riuh Keluhan Netizen Ditwitter, Tentang Banjir di Kalimantan

  • Whatsapp
Tangkapan layar Akun Twitter E Mon

Zonahitam.com, – Peristiwa banjir di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat sekitar tiga minggu ini tengah menyedot perhatian masyarakat, termasuk para pengguna media jejaring sosial Twitter hingga hari ini 25 September 2020.

Media sosial Twitter riuh dengan sebuah unggahan thread dari akun @Sufiansuriey dimana ia menuliskan sebuah gambar dengan caption yang menunjukkan bahwa Kalimantan tengah banjir akibat penebangan hutan yang dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Bacaan Lainnya

“Kalimantan Lo dah hampir 3 Minggu ini banjir bukan karena buang sampah sembarangan tapi
Akibat hutan yang terus menerus ditebangi dan dijadikan perkebunan kelapa sawit #banjir” Tulis akun @Sufiansuriey

Unggahan yang disebarkan pada tanggal 21 September 2020 itu telah mendapatkan berbagai macam komentar sebanyak 18.9 ribu pengguna Twitter hingga Jumat siang. Bahkan, konten itu telah diunggah ulang lebih dari 34 ribu kali dan mendapatkan komentar dari 1 pengguna lain.

Adapun berbagai macam komentar dari para pengguna twitter lainnya dalam menanggapi ingguhan @Sufiansuriey adalah sebagai berikut.

“Kata Duta yang kemarin viral, banjir itu karena ulah manusia buang sampah sembarangan , masa iya karena tersumbat oleh sampah kaya gini” tulis akun @aryoixyipi

“Kalau bukan jakarta yang banjir gak akan heboh beritanya, jakarta banjir semata kaki aja heboh luar biasa, cacian makian perang di medsos, dan beritanya gak akan habis habis di TV. Apalagi banjir itu karna lahan sawit punya orang berduit akan susah di up” tulis akun @islarafi.

“Paru2 dunia yg harus menjadi korban keberingasan nafsu manusia…. Padahal di depan kelas saya selalu bercerita kaya Indonesia punya salah satu hutan terbesar dunia, tapi bgt lihat banyak berita kalau hutan sudah beralih fungsi, saya bingung hrs cerita apa lg ke mrkPensive face”. tulis akun @beesibontot

Penulis : Berliana
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *