Rupiah Melemah Lagi, Dolar Naik 8 Poin

  • Whatsapp

JAKARTA – Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada akhir pekan ini ditutup melemah seiring penantian pasar atas persetujuan paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat yang saat ini masih stagnan.

Rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.698 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.690 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

“Pekan ini Rupiah banyak didorong faktor domestik, yaktu rilis data neraca perdagangan kemarin yang surplus cukup besar. Ini akan berdampak kepada current account deficit sepanjang tahun ini yang akan menyusut,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (15/10/2020) kemarin mencatat neraca perdagangan RI pada September 2020 mengalami surplus 2,44 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 14,01 dan impor 11,57 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mengalami surplus untuk kelima kalinya tahun ini sejak Mei 2020.

“Selain itu pasar juga tengah menunggu UU Cipta Kerja ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo setelah disahkan oleh DPR,” Kata Rully.

“UU Cipta Kerja ini diharapkan akan meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dari eksternal, pasar masih menunggu persetujuan stimulus fiskal di AS. Saat ini terlihat mulai ada kemajuan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan Partai Demokrat mengenai jumlah stimulus yang akan dikeluarkan.

“Untuk pekan depan, saya perkirakan rupiah masih akan tetap stabil, menunggu pengesahan omnibus law dan stimulus fiskal di AS. Tapi memang ada risiko peningkatan kasus covid di berbagai negara,” Pungkas Rully. (Antara/Richo/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *