Semalaman, Bocah Malang Tunggu Ayah yang Ternyata Tewas Tenggelam

  • Whatsapp
Ilustrasi korban kebanjiran (Pixabay).

SAMPIT, Zonahitam.com,  – Seorang bocah berusia delapan tahun ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Desa Santilik Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dalam kondisi memprihatinkan, sedang menunggu sang ayah yang ternyata meninggal dunia akibat terseret banjir Minggu (25/10/2020).

Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Mentaya Hulu, Iptu Roni Paslah di Sampit, mengatakan bahwa anak tersebut ditemukan warga dalam keadaan basah kuyup sedang menunggu ayahnya.

Bacaan Lainnya

“Anak itu ditemukan dalam kondisi basah kuyup oleh warga yang sedang melintas. Ternyata dia menunggu ayahnya. Setelah dicari, ternyata ayahnya sudah meninggal dunia tidak jauh dari lokasi sang anak,” katanya Senin (26/10/2020).

Berdasarkan informasi bocah tersebut sedang bersama sang ayah bernama Sami Amekan (20) hendak pulang ke rumah mereka di mes karyawan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean usai berkunjung dari rumah kerabat mereka di Kruing Estate pada Sabtu (24/10/2020) pukul 21.30 WIB.

Saat hendak melintas di lokasi kejadian, ternyata jalan sedang terendam banjir dengan arus cukup deras akibat hujan mengguyur kawasan itu. Korban kemudian turun dari sepeda motor untuk memeriksa jalan yang bisa dilalui, sementara sang anak tetap berada di dekat sepeda motor.

Diduga terpeleset, ditambah arus cukup deras, korban langsung terseret arus banjir. Saat itu sang anak masih berada di posisinya dan tidak mengetahui persis kejadian yang merenggut nyawa sang ayah.

Sepanjang malam, bocah malang tersebut tetap berada di tempat itu menunggu sang ayah yang tak juga kunjung kembali. Dia bertahan di tengah perkebunan yang gelap gulita tersebut.

Keesokan harinya seorang warga bernama Ahmad Watijan melintas di lokasi tersebut dan menemukan si bocah malang . Saat ditanya, bocah itu menceritakan kejadian yang dialami dirinya bersama sang ayah.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak perusahaan. Saat dilakukan pencarian, ayah bocah malang itu ditemukan sudah meninggal dunia di sebuah parit, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Jenazah korban dievakuasi ke puskesmas untuk diperiksa. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Berdasarkan keterangan dokter setelah dilakukan visum, di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,” tutur Roni Paslah. (Antara/Berliana/Panji).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *