Siswa Gantung Diri Akibat Banyak Tugas, Ini Komentar Guru di Nganjuk

  • Whatsapp
Ilustrasi Gantung Diri (Pixabay)

TARAKAN, Zonahitam.com, – Seorang siswa di salah satu SMP di Tarakan ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya di Kelurahan Sebengkok, Tarakan, Kalimantan Utara. Selasa (27/10/2020) sekitar 17.00 Wita.

Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Tarakan Iptu Muhammad Aldi mengatakan bahwa korban adalah orang yang pendiam. Namun semenjak masa pandemi korban pernah mengeluh akibat banyaknya tugas yang diberikan sekolah.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, korban ini orangnya pendiam tapi pernah mengeluh karena banyak tugas dari sekolah,” katanya.

Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut membuat geger warga sekitar tempat tinggal korban di RT. 32 Kelurahan Sebengkok.

Selanjutnya petugas dari Polresta Tarakan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum.

Menurut Aldi hasil visum tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan dan murni kejadian gantung diri.

Penyidik juga sudah mendatangi memeriksa beberapa saksi menemukan pertama kali yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saksi yang diperiksa baik itu dari keluarga atau dari kerabat yang diminta tolong, termasuk orang tua korban,” kata Aldi.

Tanggapan Guru Nganjuk Jawa Timur

Sejumlah warga mengaku prihatin dan meminta agar pihak sekolah dan orangtua menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran, seperti guru asal Nganjuk, Jawa Timur. Merespon hal yang demikian.

“Memang lebih berat tantangan sekolah sebagai lembaga pendidikan khususnya guru dalam mengajar ditengah pandemi seperti ini. Tapi bukan berarti guru bisa pasrah dan menjadikan pandemi sebagai alasan ketidakmasimalan dalam memberikan hak siswa yakni menerima pembelajaran,” kata Azizah, salah seorang pengajar MTS Sunan Ampel di Kabupaten Nganjuk. Kamis (29/10/2020)

Menurut Azizah justru guru harus berusaha mencari cara bagaimana agar penyampaian materi tetap berjalan, meskipun tidak semaksimal saat pembelajaran di kelas.

“Tapi yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana penyampaian materi atau tugas tersebut, guru juga harus memikirkan apakah tugas-tugas tersebut akan terlalu membebani siswa atau tidak,” ucapnya.

Persoalan lain yang juga penting adalah peranan orangtua dalam peranannya ikut membimbing dan mngajar juga sangat berpengaruh terhadap kondisi siswa.

“Peran orang tua juga sangat penting. Orang tua harus memberikan perhatian kepada anak yang dapat dimulai dari mengajak anak berdiskusi tentang tugas sekolah atau hal kecil seperti memberikan semangat kepada anak dalam proses belajar di rumah,” tutur Azizah.

Menurut Azizah komunikasi antara guru dan orangtua merupakan hal yang penting, guna memantau perkembangan sang anak. Siswa juga harus menanamkan pada dirinya bahwa guru memberikan tugas atau materi tersebut murni untuk membantu mereka bukan untuk hal lain.

“Apabila guru, orangtua dan siswa bisa bekerjasama di situasi serba sulit dan serba terbatas seperti sekarang saya pikir tidak akan ada peristiwa seperti yang diberitakan itu lagi untuk kedepannya,” jelasnya. (Antara/Berliana/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *