Tanaman Jagung Dihabiskan Tikus, Petani Asal Nganjuk Sempat Pingsan

  • Whatsapp
Bonaji salah satu petani Kecamatan Rejoso yang lahannya diserang hama tikus

NGANJUK, – Sejumlah petani di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tengah mengalami musibah berupa serangan hama tikus.

Pasalnya semua tanaman jagung yang ada di persawahan setempat, mendapatkan permasalahan yang sama dan sudah terjadi selama berbulan-bulan. Namun sampai sekarang belum menemukan solusi yang tepat untuk bisa membasmi wabah tikus-tikus tersebut.

Bacaan Lainnya

Bunaji (55) salah satu petani asal Kecamatan Rejoso mengatakan bahwa banyak petani jagung yabg mengeluh karena tanaman jagung yang hampir siap mendekati masa panen dihabiskan oleh hama tikus.

“Sempat ada petani Jatisari yang sampai pingsan saat melihat tanaman jagungnya yang tingginya sudah sebahu habis di serang tikus,” kata Bunaji. Senin (21/9/2020)

Selain tanaman jagung, diterangkan Bunaji hama tikus juga juga menyerang tanaman kacang hijau miliknya yang luasnya sekitar setengah hektare.

“Kacang ini juga rontok diserang, sejak baru beberapa hari setelah tanam sudah langsung diserang sampai sekarang sudah usia 28 hari,” ungkap Bunaji.

Masih menurut Bunaji para petani sudah melalukan berbagai macam cara untuk menyelamatkan tanamanya seperti membasmi tikus dengan obat atau menjebak tikus agar terperangkap. Namun cara – cara tersebut tidak membuahkan hasil justru kemunculan tikus semakin merajalela.

“Jumlahnya (tikus) sangat banyak, karena seumpama diobati dapetnya memang banyak tapi makin merajalela,” keluh Bunaji.

Para petani juga berharap adanya bantuan dari dinas yang ditujuk Pemkab Nganjuk untuk membantu mengatasi permasalahan membasmi wabah tikus.

“Karena sudah putus asa sampai jagung ini juga tidak saya obati, maka saya berharap supaya ada penyuluhan yang bisa dijadikan gambaran yang tepat dalam upaya membasmi tikus-tikus ini,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *