Viral! Cuitan Facebook Terhadap Pelayanan Buruk Salah Satu Puskesmas di Cilacap

  • Whatsapp
Postingan Facebook yang mengundang reaksi Nitizen

Zonahitam.com, – Sebuah cuitan di facebook menjadi viral lantaran menceritakan pelayanan buruk di Puskesmas Kawungaten, Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, hingga diduga disebabkan seorang bayi meninggal.

Unggahan di facebook tersebut ditulis oleh akun pemilik akun Listiyo Aji Pamungkas hingga dibagikan oleh akun-akun sosmed lain seperti Lambe Turah dan mendapatkan berbagai macam komentar dari warganet.

Bacaan Lainnya

Dalam postingan yang diunggah oleh akun Listiyo Aji Pamungkas ini ia menceritakan bahwa pihak keluarganya mengaku sangat kecewa dengan Puskesmas Kawungaten. Cerita ini berawal dari Kakak perempuannya yang melahirkan di Puskesmas Kawunganten.

“Sejak Subuh sudah terasa mulas, dan baru sekitar Pukul 09.00 WIB ke Puskesmas, selang 30 menit, bayi lahir. Akan tetapi, bayi tidak langsung menangis pada saat lahir dan warna kulit bayi dari dada ke atas berwarna biru. Keluarga pun menanyakan kepada petugas, akan tetapi setelah tiga kali lapor, baru direspon pada Pukul 16.00 WIB” tulis akun Listiyo.

Selain itu, di dalam mulut bayi terdapat cairan lendir yang harus disedot. Namun petugas tidak ada yang memerhatikan. Sehingga mertua kakaknya membersihkan sendiri.

“Melihat hal itu, petugas dan bidan yang shift sore mengatakan jika hal tersebut berbahaya dan menanyakan kenapa tidak ada yang memantau, karena akan berakibat fatal,” cuitan akun Listiyo.

Dikatakan jika Puskesmas membuat laporan jika bayi menangis saat dilahirkan dan rujukan ke RSI mengatakan jika laporan Puskesmas tidak sesuai dengan kenyataan. Pihaknya juga memaklumi apabila alat di Puskesmas kurang lengkap, akan tetapi seharusnya Puskesmas memberikan laporan sesuai dengan kenyataan, dimana jika bayi terlihat tidak normal maka disampaikan tidak normal. Pihaknya juga menyayangkan sikap dari bidan.

“Seharusnya kelahiran bayi tersebut menjadi kebahagiaan bagi keluarganya, akan tetapi justru menjadi duka, karena bayi tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.” Tulis akun Listiyo.

Bahkan melalui cuitannya tersebut pihak puskesmas juga mengomentari dengan meminta Listiyo untuk menghapus unggahannya tersebut.

Selain itu pihak keluarga Listiyo juga mengaku mendapat dukungan dari Harun Arrosyid selaku DPR Cilacap. Hingga saat ini Senin 28 September 2020 postingan tersebut masih ramai menjadi perbincangan warganet.

“Lapor ke netijen adalah salah satu jalan ninja di bandikan ke polisi :v,” guman cuitan akun @diniagstinsptri

“Dear netizen jika kalian punya masalah yg tdk bisa diatasi, laporkan saja sama netizen yg baik budiman, Insya Allah kami garda terdepan, Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat yg seharusnya menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar, bukan seenak jidat tidak melayani masyarakat, Ya Allah,” tulis akun @comment.anjay.

Sementara, dilansir dari Radar Banyumas saat dimintai keterangan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Giriana Dewi membenarkan hal tersebut, saat ini pihaknya sedang melakukan audit internal. Kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa (22/9) lalu.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan investigasi sesuai prosedur. Dalam investigasi tersebut tidak hanya meminta keterangan kepada petugas yang saat itu bertugas, namun juga kepada pihak keluarga.

“Nanti akan dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku. Kita lihat nanti tingkat pelanggarannya setelah investasi rampung,” pungkas Pramesti.

Penulis : Hariyanto
Editor : Panji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *