Viral Foto Komodo Hadang Truk, BTNK Tutup Pulau Rinca

  • Whatsapp
Foto viral komodo hadang sebuah truk di Loh Buaya, Pulau Rinca yang masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Komodo. (Sumber Twitter @KawanBaikKomodo)

KUPANG, Zonahitam.com,- Sebuah foto komodo yang terlihat menghadang truk yang diduga mengangkut material bangunan menjadi viral di media sosial. Foto yang diunggah oleh akun Instagram @gregoriusafioma, Sabtu (24/10/2020). Dalam keterangan unggahan di akun tersebut, lokasi foto berada di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca.

Akhirnya Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memutuskan untuk menutup Pulau Rinca setelah banyak menuai berbagai respon dari netizen. Hal ini diketahui dari surat edaran BTNK yang diunggah oleh akun Twitter komunitas peduli satwa komodo, @KawanBaikKomodo pada Senin (26/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam surat edaran tersebut, Resort Loh Buaya, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca ditutup sementara dari kunjungan wisatawan dalam upaya penataan sarana dan prasarana wisata alam.

Keputusan penutupan Resort Loh Buaya didasarkan pada Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Penutupan sementara Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo berlaku mulai Senin, 26 Oktober 2020 hari ini hingga 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi setiap dua minggu sekali.

Setelah viral di sosial media, sebelumnya foto tersebut mendapat banyak sorotan dari banyak pihak, salah satunya adalah Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema.

Ia menilai bahwa foto tersebut mengirimkan pesan simbolik jika hewan karnivora tersebut tidak nyaman dengan adanya pembangunan di daerah itu.

“Foto itu seolah-olah Komodo tidak nyaman dengan model pembangunan Jurassic Park di TN Komodo. Karena pembangunan tersebut melibatkan truk dan alat berat yang memasuki kawasan konservasi TN Komodo. Komodo terusik dengan pembangunan massif berbasis teknologi, karena mengganggu ekosistem lingkungan di TNK,” katanya.

Diketahui bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang membangun salah satu kawasan super prioritas nasional (KSPN) di Pulau Rinca .

Pulau itu akan disulap menjadi destinasi wisata premium dengan pendekatan konsep geopark atau wilayah terpadu yang mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jurassic Park.

Berdasarkan foto yang beredar tersebut kemudian politisi muda PDIP itu mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk bersungguh-sungguh menjalankan fungsinya sebagai pertahanan terakhir konservasi di Taman Nasional (TN) Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

KLHK juga harus memastikan agar betonisasi yang sedang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur Geopark tidak mengganggu citra pariwisata berbasis alam sebagai jualan utama pariwisata Labuan Bajo.

“KLHK harus memahami perannya bukan sebagai pemberi izin pembangunan, tetapi harus memastikan-mengawal agar konservasi TN Komodo dan kelangsungan Komodo tidak terancam oleh pembangunan infrastruktur. Jika pembangunan dan penataan TN Komodo telah salah arah, KLHK harus berani menyampaikan kepada pemerintah untuk membatalkan atau mengembalikannya kepada spirit konservasi,” tegas Ansy.

Menurut Ansy kita harus tetap sepakat bahwa kelangsungan hidup Komodo dan ekosistem di dalamnya adalah prioritas utama.

“Jangan sampai pembangunan TN Komodo menjadi pintu masuk bagi kepunahan Komodo karena lingkungannya diganggu,” tegas Ansy. (Antara/Berliana/Panji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *